Sering Mengenakan Kebaya Tahukah Kamu Asal Kebaya Tersebut ?

Baju tradisional sudah ada sejak jaman dahulu namun seiring dengan berkembangnya jaman baju-baju tradisional ini mengalami sedikit perubahan. Salah satu yang mengalami sedikit perubahan mengikuti jaman yaitu kebaya, iya kebaya memang sedang booming akhir-akhir ini karena kebaya modern yang menarik membuat para remaja berlomba-lomba untuk mengenakannya baik di acara wisuda dan acara resmi lainnya.

Tampilan modern inilah yang membuat para remaja kembali ingin mengenakannya, jika beberapa waktu lalu remaja enggan memakai kebaya karena tampilannya yang terbilang biasa-biasa saja. Jaman dahulu orang-orang memakai kebaya ini sehari-hari baik dari kalangan bangsawan maupun kalangan biasa. Tapi tahukah kamu awal mula adanya kebaya ?

Kebaya merupakan jenis busana yang dipakai oleh masyarakat Jawa, khususnya lingkungan Yogyakarta dan Surakarta.

Nah biasnya jika saat upacara adat tiba kebaya ini ditambahkan dengan peniti renteng dipadukan dengan kain sinjang atau jarik corak batik, bagian kepala yaitu rambut akan di sanggul (digelung) dan dilengkapi pula dengan perhiasan seperti subang, cincin, kalung, dan gelang serta kipas yang selalu dibawa-bawa.

Untuk busana sehari-hari wanita Jawa biasanya hanya memakai kemben yang dipadukan dengan stagen dan kain jarik. Kemben ini dipakai untuk menutupi payudara, ketiak dan punggung, karena kemben ini cukup lebar dan panjang. Sedangkan untuk stagen dililitkan pada bagian perut untuk mengikat tapihan pinjung agar kuat dan tidak mudah lepas.

Sebenarnya banyak yang mengatakan bahwa kebaya pertama bukan berasal dari Jawa melainkan kata "kebaya" berasal dari bahasa Arab, Portugis, dan Tiongkok. Ada pula 'habaya' yang artinya pakaian labuh yang memiliki belahan depan. Habaya ini berasal dari kata Arab, ketika saudagar-saudagar Timur Tengah pertama kali menginjakkan kaki di Nusantara, dari situlah asal habaya menjadi kebaya.

Sedangkan menurut Denys Lombard yang mengatakan bahwa kebaya ini berasal dari bahasa Arab yaitu 'Kaba' yang berarti pakaian. Kebaya juga  diperkenalkan lewat bahasa Portugis saat mendarat di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Saat itu kebaya ini digunakan sebagai atasan oleh wanita Indonesia pada abad ke-15 dan 16 Masehi.

Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa kebaya ini berkaitan dengan pakaian panjang wanita yang dikenakan oleh wanita pada jaman kekaisaran Ming di Tiongkok. Penyebaran gaya berpakaian di sampa ke Asia Selatan dan Tenggara pada abad ke-13 sampai 16 Masehi melalui penyebaran penduduk Tiongkok, pengaruh ini masuk ke Indonesia salah satunya Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi dan Malaka.

Perkembangan kebaya ini juga erat kaitannya dengan penyebaran agama Islam di Indonesia sekitar abad ke-15.Pergeseran pakaian juga terlihat dari kerajaan Jawa kuno ke era kesultanan. Sebelum abad ke-15 ini masyarakat Jawa kuno lebih memilih memakai kain panjang, tenun, ikat maupun kemben.

Pada tahun 1600, kebaya ini resmi digunakan oleh kerajaan, setelah penyebaran agama Islam di Indonesia dan pakaian kebaya ini menjadi populer dan menjadi simbol status. Pada masa penjajahan Belanda ini kebaya disukai dan digunakan oleh wanita Eropa. Pada masa penjajahan itu bahan kebaya hanya menggunakan mori lalu dikembangkan menggunakan sutera dengan sulaman warna-warni.

Pada akhir abad ke-19, wanita Belanda juga menyukai baju kebaya ini untuk acara resmi yang cocok dengan mereka kenakan pada cuaca di Indonesia. Pada abad ini pula kebaya sudah tidak menandakan status sosial atau semua masyarakat bisa mengenakan pakaian kebaya ini.
kebaya juga pernah mengalami penurunan status pada masa penjajahan jepang ketika kebaya diasosiasikan sebagai pakaian yang dikenakan oleh tahanan wanita Indonesia dan pekerja paksa pada masa itu.

Nilai kebaya naik kembali saat kemerdekaan kebaya dan kain batik ini menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia. Kebaya kemudian dijadikan sebagai pakaian untuk menghadiri acara resmi.  Terlepas dari sejarah naik turunnya kebaya tersebut kita sebagai warga negara Indonesia harus terus melestarikannya. Kini kebaya sudah sangat modern jadi kamu tidak perlu malu atau enggan mengenakan kebaya tersebut, perkembangan kebaya ini memang sangat bervariasi. Bahkan sekarang pakaian untuk sehari-hari saja sudah dikreasikan dengan desain kebaya. Di bali wanita memakai kebaya untuk sehari-hari mereka malah terlihat anggun dan mempesona dengan kebaya modern yang mereka.

Kebaya ini masih dikenakan saat acara pernikahan dimana pengantin wanita masih memakai kebaya sebagai pakaian untuk acara sakral tersebut. Dengan kreasi para desainer Kebaya untuk pernikahan ini menjadi sangat bagus dan modern, kebaya untuk pernikahan ini pun banyak di buat seperti gaun.

selain untuk acara pernikahan kebaya ini cocok dikenakan untuk acara-acara resmi lainnya seperti wisuda, lamaran dan berbagai acara resmi lainnya. Di bali wanita-wanita disana mengenakan kebaya untuk beraktivitas sehari-hari mereka malah terlihat anggun dan mempesona membuat para wisatawan asing tertarik untuk mencoba kebaya tersebut.

Kamu memakai kebaya ini sama dengan melestarikan kebudayaan kita, maka dari itu janganlah malu dengan kebudayaan sendiri.

Credit: image source wikipedia.org

Disqus Comments
© Copyright 2017 Kuntet.com - Cara Efektif dan Tips - All Rights Reserved - Theme By BLAGIOKE